Monday, January 28, 2013

Cara mudah menghentikan 10 kebiasaan buruk

Semua orang memiliki kebiasaan buruk, tetapi sangat sulit untuk menghentikannya. Itu sebabnya langkah pertama untuk mengusir kebiasaan tersebut adalah mengakui bahwa Anda melakukan sesuatu yang menjengkelkan. Kemudian, mengganti kebiasaan itu dengan sesuatu yang bertujuan sama. Berikut adalah strategi untuk menghentikan beberapa kebiasaan buruk yang populer. 


1. Menggigit kuku 

Jika Anda menyembunyikan tangan Anda karena Anda telah menggerogoti kuku Anda hingga hampir habis, saatnya mengubah kebiasaan itu. Cari tahu apa yang Anda lakukan sebelum Anda menggigit kuku Anda, saran James Claiborn, PhD, penulis buku “The Habit Change Workbook: How to Break Bad Habits and Form Good Ones”. 

Apakah Anda mencari tepi kuku yang tidak rata atau miring, dan kemudian mengarahkan tangan Anda ke mulut? Kepalkan tangan Anda. Kepalkan tangan Anda selama beberapa menit sampai keinginan menggigit kuku menghilang. Ketika Anda merasa bahwa Anda telah membuat kemajuan dalam mengubah perilaku ini, manjakan diri Anda dengan perawatan kuku alias manicure.


2. Membunyikan buku jari
Meskipun Anda mungkin menyukai sensasinya, Anda mungkin ingin berhenti sebagai rasa hormat kepada orang-orang yang tidak begitu suka dengan suara yang ditimbulkan. Dr. Claiborn merekomendasikan "perilaku saingan," alias melakukan sesuatu yang lain daripada membunyikan buku jari. 

Mengepalkan tangan akan mencegah Anda untuk meregangkan jari. Untuk menghentikan kebiasaan itu selamanya, catat keberhasilan Anda ketika berhasil mengganti kebiasaan buruk itu dengan kebiasaan yang lain dan serta berapa kali Anda kambuh lagi.


3. Membuat suara dengan permen karet
Sekali lagi, Anda mungkin menikmati suara yang memuaskan Anda, tapi itu sangat menjengkelkan bagi orang yang bisa mendengarnya. Jadi tanyakan pada diri Anda seberapa penting untuk mengunyah permen karet, kata Dr. Claiborn, dan pertimbangkan untuk menghentikannya sama sekali. 

Dengan permen karet di mulut Anda, sangat sulit untuk menahan kebiasaan itu. Jika Anda mulai merasa kehilangan proses yang menyenangkan itu, cobalah bernapas dalam-dalam atau latihan relaksasi mungkin dapat dengan efektif menenangkan. Di sisi lain, jika Anda mengunyah permen karet untuk menyegarkan napas atau mencegah rasa lapar, kunyahlah permen mint sebagai gantinya.


4. Tidur dengan wajah belum bersih
Anda mungkin sangat lelah saat ingin tidur, Anda bahkan tidak memikirkan untuk membersihkan wajah. Sediakan tisu pembersih kosmetik di meja Anda, sehingga Anda dapat setidaknya menghapus kosmetik sebelum tidur, kata Yael Varnado, MD, yang menjawab pertanyaan seputar kesehatan di AskDoctorV.com. 

Atau buatlah kebiasaan sebelum tidur dengan menggunakan produk pembersih dan pelembap wajah yang Anda suka sambil mendengarkan musik. Perlu motivasi lebih untuk menghapus kosmetik di malam hari? Tidur dengan kosmetik yang belum dibersihkan dapat menyebabkan jerawat dan keriput, karena akan membuat kulit kering di sekitar mata Anda.


5. Memotong pembicaraan
Anda ingin berbagi pikiran Anda, tetapi jika orang lain sedang berbicara, Anda harus diam (kecuali jika Anda ingin dianggap tidak sopan!). Fokuslah untuk mendengarkan, kata Dr. Varnado. Semakin tajam Anda mendengar seseorang, semakin sedikit Anda akan merasakan dorongan untuk memotong pembicaraan. 

"Jika pembicara berhenti untuk mengambil napas atau mengumpulkan pikirannya, jangan memanfaatkannya untuk berbicara," tambahnya. Sebaliknya, bernapas dalam-dalam, hitung sampai sepuluh di kepala Anda dan renungkan apa yang dikatakan pembicara. Anda juga mungkin meminta rekan untuk bijaksana mengingatkan tentang tujuan Anda ketika Anda kebablasan.


6. Makan dengan berisik
Anda sadar bahwa Anda membuat suara saat mengunyah, tapi tidak yakin mengapa Anda melakukannya. Rekamlah suara Anda sendiri untuk mengetahui apakah Anda membuat suara mengecap saat makan. Temukan suara tertentu yang membantu Anda fokus pada solusi. Ini dapat dapat membantu Anda mengatur pergerakan lidah saat makan, mengunyah dengan lebih lambat, mengunyah potongan kecil, atau menjaga mulut Anda tertutup saat makan (yang selalu merupakan ide yang baik di depan pasangan).


7. Selalu terlambat
Menaklukkan kebiasaan ini memerlukan alasan kuat untuk tepat waktu memenuhi janji, kata Ken Lindner, penulis “Your Killer Emotions”. Tanyakan kepada diri sendiri beberapa pertanyaan: Apakah Anda menghargai waktu orang lain? Apakah Anda ingin tampak tidak sopan? Atau apakah Anda ingin dianggap sebagai seorang yang bijaksana dan profesional? 

Ketika Anda memutuskan berubah, mulailah dengan membayangkan kedatangan Anda 5-10 menit awal di sebuah acara dengan merasa baik untuk tidak mengganggu orang lain, kan? Atau cobalah untuk menuliskan janji 15 menit sebelum waktu yang dijadwalkan untuk memastikan ketepatan Anda.


8. Mengintip
Itu sangat mengganggu privasi! Menempatkan diri Anda di posisi mereka dapat membunuh rasa ingin tahu Anda, kata Lindner. Bayangkan bagaimana Anda akan bereaksi terhadap seseorang yang mengintip ke arah Anda. 

Sekarang bayangkan orang itu menegur Anda di ruangan yang penuh orang. Rasa malu semacam itu kemungkinan besar akan mendorong Anda menghentikan perilaku ini.


9. Berbicara keras di telepon seluler 
Pertimbangkan apa yang mungkin terjadi jika percakapan Anda bocor ke orang yang salah atau diunggah ke Facebook atau Twitter. Apakah Anda kehilangan klien besar atau hubungan dekat? Ketika Anda berada di tempat umum, Anda tidak tahu siapa yang mungkin mendengarkan atau di mana potongan-potongan percakapan Anda akan sampai. 


10. Gelisah
Mondar-mandir karena cemas dapat dilihat sebagai tanda kelemahan, kata Lindner. Untuk mencegah persepsi itu, secara sadar berpikir tentang apa yang akan Anda lakukan dengan tangan Anda dalam setiap situasi sebelum terjadi. 

Jika Anda berdiri, letakkan tangan Anda di samping Anda dan bayangkan tangan dilem di sana sehingga tidak bisa digerakkan. Jika Anda duduk di meja, letakkan tangan Anda di lutut Anda di bawah meja atau lipat di atas. Berkonsentrasilah untuk tidak memindahkan tangan Anda sampai Anda perlu menggunakannya.

No comments:

Post a Comment